atama (kepala)

hari ini adalah hari pengambilan data kependudukan kami dari dinas kependudukan. itu artinya aku resmi tercatat sebagai seorang KK (kepala keluarga) dan mempunyai NIK (nomer induk keluarga) sendiri, alias tidak hanya tercatat sebagai seorang suami dan masih numpang orang tua.

^_____^

senang2 gimana rasanya, seperti jake sully (avatar, 2010) yg pada akhirnya diterima menjadi warga omatikaya.
atau simpelnya, bagiku semacam ada kedewasaan tersendiri yg terselipkan ikut bersama datangnya atribut baru ini.

ketika resmi menjadi seorang suami, jelas bagiku bahwa aku harus memimpin istriku dan (insyaAllah) anak2ku nantinya dalam keluarga. namun kini dengan sudah "tercatatnya" diriku, maka aku harus dapat memimpin keluargaku dalam masyarakat yg dulunya untuk begitu itu masih ada rasa takut dan malas. namun kini sedikit sedikit mulai berubah menjadi sebuah tantangan yg menarik. ^^

juga hehe, muncul ke Ge-Er an tersendiri atas atribut baru tsb, dimana rasanya aku "diterima secara penuh" oleh masyarakat domisili baruku ini, meski sepertinya yg sebenarnya terjadi boleh jadi semua cuek2 saja :P hehehe.
namun benar kok, lebai mungkin, tapi sebagai warga baru itu kalau "dianggap" (diperhatikan) oleh tetangga itu senang rasanya.

nah, kini tinggal bagaimana meneruskan rasa senang dan excitement tersebut menjadi warga kampung yg baik diwujudkan menjadi realita.

"halo istriku (soale mesti nanti dia baca, ya iya lah blognya siapa gitu loh -hoek2 :P- pastinya karena ini aku bikin blog buat diisi berdua, namun istriku masih ogah2an nulis -ayo para pembaca bantu membujuk istriku buat nulis disini- :D), bantu kanda ya..." {L.}


***


"lebai", kata ini mulai menjadi bagian dari bahasa indonesia, yg dalam arti sebenarnya adalah "berlebih-lebihan". CMIIW.

sebagian orang suka berlebai ria, sebagian anti (baca: muntah2 terhadapnya :P), sisanya cuek2 saja.

nah, barusan ketika ide tulisan di atas muncul, koreksi diri menimpali, "lebai gak ya kalau tulisan diatas kuposting (halah, hanya tercatat sebagai KK aja seneng, hanya punya nomer induk keluarga sendiri aja seneng)?"

hmmnn, ya apapun itu toh pada akhirnya aku cuek, karena sudah kutuliskan. karena memang sebenarnya sebagian diriku sudah memproklamasikan bahwa pada beberapa hal "lebai" itu baik. ya tapi mungkin ini sudah keluar dari arti yg tersirat dari kata "lebai" yg sebenarnya

karena apa yg kuproklamasikan itu adalah, bahwa lebai yg artinya membesar2kan hal2 kecil adalah bisa baik. karena lebai yg barusan kusebut ketika dipunyai seseorang dan dia selalu senang dengan hal2 kecil yg dia dapatkan maka baguslah.

maka kaya lah orang tersebut..

kaya karena dia bisa mendapatkan kebahagiaan secara mudah (kalimat ini berlaku ketika ada yg bilang, "kebahagiaan itu mahal harganya").

tidak perlu menjadi presiden dulu, tidak perlu mendapat penghasilan ratusan juta dulu, tapi cukup bahagia dengan melihat istri tersenyum lepas bahagia (meskipun uang di dompet tinggal 5ribu saja hahaha...) sudah suenang sekali. :P

mungkin itu yg dimaksudkan "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. (QS.14:7).

(buktinya tak lama kemudian uang direkening nambah terus :D)

maka kurasa orang yg paling bahagia adalah orang yg paling banyak bersyukur.

so mari semakin kita tingkatkan gerakan berlebai ria, eh bersyukur ria atas segala yg menimpa kita..

karena..

Dari Shuhaib radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya”.

0 comments: