untuk Allah

sebagai kepala keluarga sudah pasti kewajibannya adalah mencari nafkah buat keluarga. nafkah biasanya dicari dengan bekerja bisa dengan menjadi investor, business owner, self employee, dan atau employee.

dari itu semua biasanya ada yg memegang kendali, boleh jadi oleh; atasan/bos, pasar/market, klien dan kebutuhan pribadi atau kebutuhan keluarga.
memegang kendali dalam kebijakan/perilaku seseorang ketika bekerja/mengambil keputusan dalam pekerjaan.

dalam bahasa umumnya, biasanya disebut "mendewakan"; mendewakan klien, mendewakan investor, mendewakan pelanggan, atau mendewakan atasan.

***

sejak lulus sma aku sudah mulai bekerja, mulai dari freelance graphic & web designer, part-time web designer, founder merangkap business owner, sampai yg terakhir ini kembali menjadi self-employe lagi untuk sementara waktu.

beberapa pengalaman kudapati atas hal tsb, tidak banyak sebenarnya tapi cukup buatku untuk merenung dan memutuskan.

memutuskan bahwa jadi apapun aku, atasanku adalah Allah SWT.

karena benar2 yang memegang kendali atas rejeki kita itu adalah Allah.

aku berkesimpulan, "dalam bekerja as long as kita berusaha untuk berbuat baik, beritikad baik selalu, memilih jalan yang benar/lurus ketika dipersimpangan jalan, tidak curang dalam timbangan, berniat baik dalam mengawali semua keputusan dan tindakan, maka tidak perlu lagi disesalkan apa yg akan terjadi kemudian.... apapun itu...baik itu untung ataupun rugi...
(t: untung siapa yg menyesali? j: loh kan kadang keuntungan harus memakan pengorbanan, pengorbanan itu lah yg biasanya memicu penyesalan)
karena bagaimanapun juga Allah adalah Bosnya, rejeki adalah dariNya, bukan dari klien, bukan dari atasan, bukan pula dari konsumen... Allah juga adalah Bos paling adil sejagad raya.. tidak pula kita akan di dholimi olehNya.."

"kalau sudah rejeki tidak akan kemana, kalau bukan rejeki tidak akan pula sampai ke kita dan Allah pasti  mengasihi hamba2Nya, jalan rejeki ada banyak sekali macamnya..."

"so, jangan takut untuk berbuat benar, meski ekstrim resikonya, karena Allah penilai akhirnya."

"resiko dipecat, gagal project, rugi, itu sudah masuk hitungan Allah SWT. boleh jadi dipecat adalah agar bisa berwirausaha karena jalan rejeki yg lebih besarnya ternyata ada disana, atau dengan gagal project atau merugi malah membuka peluang/kesempatan untuk dapat mengerjakan project yg lebih besar dan untung besar. just berbesar hati selalu dan be positif."

"just do what you think it's right. jangan takut sama klien, atasan, investor, perilaku pasar yg menentangnya, tetep perlakukan mereka dengan baik as noble as we could, rejeki itu ada ditangan Allah."

contoh gampangnya ada di film "crash", liat itu si detektif, dia mau berkompromi dengan keburukan demi kebersihan nama adiknya, eh ternyata habis begitu adiknya malah mati ditembak orang.

jadi rejeki yg berkah itu yg kita cari. dan rejeki bentuknya tidak hanya uang, tapi bisa kesehatan, kesempatan, kesenangan, dan hal2 positif yg kita rasakan lainnya. biasanya rejeki yg berkah akan membawa kesemuanya itu sekaligus.

let's fight for the rejeki yg barokah dan jangan lupa untuk sedekah..

0 comments: